Juragan Post

Jumat, 09 April 2021

Qanaah dan Kita

Qanaah dan Kita

Maimon Herawati*



Dua orang berdagang di pasar yang sama, dengan isi toko yang sama, lokasi yang sama strategisnya, belum tentu menghasilkan keuntungan sama.

Di sinilah pentingnya qana’ah dan sabar. Manusia wajib berusaha sekuat mereka, namun hasil Allah yang menentukan. 

Ar Rad 11: Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, melainkan mereka merubah keadaannya sendiri.

Sikap Qanaah ialah: 1. Rela dan merasa cukup dengan yang ada. Ada dua kelompok muslim: yang pertama yang selalu merasa cukup. Merekalah yang disebut Rasul mulia dalam hadist ini. Hadist Rasulullah: Ajaib urusan kamu mukmin. Seluruh aktivitasnya adalah kebaikan. Jika dia mendapat kemudahan, dia bersyukur, dan kebaikan juga untuknya. Jika dia ditimpa kesusahan, dia bersabar, dan kebaikan juga baginya. (HR. Muslim).

Kedua, muslim yang selalu merasa kurang (kurang kaya, kurang cantik, kurang langsing, kurang cerdas, dst).

2. Berusaha sekuat tenaga. Sewaktu hijrah, Rasul saw merencanakan perjalanan beliau dengan Abu Bakar ra dengan detil dan brilyan.

Rasul mendatangi rumah Abu Bakar di siang terik, saat penduduk Mekkah berlindung di dalam rumah. Mereka memilih hijrah tengah malam, memilihi jalur hijrah yang berlawanan arah dengan tujuan, menjauhi Madina.

Mereka berdiam dalam gua selama tiga hari untuk melihat kondisi. Mereka lalu mengambil jalan di pesisir pantai (yang jarang dilewati) menuju utara, ke arah Madina. Rasulullah dan sahabatnya melakukan ini. Padahal, bisa saja Rasulullah minta kemudahan dari Allah seperti perjalanan Isra’ Miraj.

Ini jelas menunjukkan manusia wajib berusaha sekuat tenaga. Manusia wajib mengupayakan apa saja yang mereka bisa.

3. Memohon tambahan yang wajar dari Allah. Islam agama yang logis. Jika gaji PNS sekian juta, jangan berharap bisa mendapat durian runtuh tambahan berlimpah. Paling, ada bonus akhir tahun, THR.

Berharap pernghasilan bombastis dari kerja minimal, itu namanya tidak masuk akal. Mesti ada unsur tipu-tipu atau ada yang dirugikan dengan itu. MLM, anyone? Atau terjebak dengan undian.

Islam melarang umatnya berangan-angan. Andai…a…a…a….aku jadi orang kaya….seperti Oppie, jelas haram.

4. Sabar menerima ketentuan. Kisah Abu Bashir dan Abu Jandal saat perjanjian Hudaibiyyah menunjukkan tingginya kesabaran sahabat dalam menerima ketentuan.

Abu Jandal, anak Suhail Bin Amar, (Suhail kepala delegasi Quraisy Mekkah) datang dengan kaki dirantai, melarikan diri dari rumah ayahnya. Ayahnya marah dan minta klausul perjanjian Hudaibiyyah dilaksanakan. 'Muslim yang lari dari Mekkah ke Madina, wajib dikembalikan ke Mekkah'.

Rasulullah minta supaya ada kelonggaran. Suhail menolak. Abu Jandal memohon supaya Muslim menyelamatkan dia dari siksaan ayahnya ini.

Menangislah para Muslim. Umar berbisik pada Abu Jandal, memberi saran pada Abu Jandal supaya menggunakan pedangnya. Abu Jandal balik bertanya, kenapa bukan Umar yang menggunakan pedangnya? Umar menjawab, dia harus patuh pada Rasulullah. Abu Jandal yang tubuhnya penuh bekas siksaan ini berkata, 'Lalu, apakah hanya kamu yang berhak patuh pada Rasulullah?'

5. Tawakal. Tawakal ialah memutuskan segala bentuk ketergantungan hati kepada selain Allah ta’ala, dan menggantungkan diri kepada Allah untuk meraih sesuatu atau menghindari sesuatu.

Tawakal bukan dengan melepaskan ikatan tali unta di depan mesjid saat ditinggal sholat. Tawakal adalah mengikatkan tali unta itu, lalu menyerahkan pada Allah penjagaan unta.

6. Tidak tertarik tipu daya dunia. Jika ingin, Umar bin Abdul Azis bisa meneruskan gaya hidup mewah dan megahnya saat diangkat jadi khlaifah. Dia sudah kaya sebelum menjabat, namun begitu Allah memberikan amanah kekuasaan padanya, beliau menanggalkan gaya hidup mewah dan pindah dari istana ke rumah sederhana.

Dia memerintahkan istrinya untuk menyerahkan perhiasannya ke baitul maal. Sungguh, kita harus waspada dengan tipuan dunia. Hanya rumah di surga yang pantas kita kuatiri, bukan rumah dunia.

Hikmah dibalik qanaah: ada manusia yang sabar dalam kekurangan. Saat gaji kecil, hidup pas-pasan dengan beasiswa, manusia bisa sabar dan istiqomah dalam dakwah. Namun saat memiliki kelebihan, manusia bisa saja lupa diri.

Berbagai fasilitas yang semestinya mendekatkan diri pada Allah, malah menjadi sarana pembangkangan. Internet menyibukkan kita, membuat kita lengah dengan aktivitas ibadah dst.

Kisah Rasul yang mengasingkan diri dari para istri dan menggemparkan Madina. Saat itu ummahatul mukminin sepakat meminta kenaikan living allowance, uang belanja dapur.

Rasulullah menolak permintaan itu dan memilih menjauhi mereka semua. Ini menunjukkan bahwa Rasul sangat mementingkan hadirnya sikap qanaah dalam jiwa.

Hasil didikan Rasulullah nampak dari sikap Bunda Aisyah ra saat menerima kiriman uang 2000 dirham. Beliau ra menyuruh pembantunya untuk membagikan uang itu kepada faqir miskin sampai tak bersisa. Saat itu beliau berpuasa, dan tidak ada gandum atau daging untuk buka puasa. Pembantunya mengeluh.

Aisyah mengatakan, andai dia tahu sebelum pembagian itu kalau dapurnya kosong, tentu dia menyisakan dua dirham.

Bagi Aisyah, kekayaan digunakan untuk berbuat kebaikan, bukan untuk ditumpuk dalam tabungan. Hakikatnya, harta yang kita belanjakan di sabilillah saja yang kita bawa ke akhirat, bukan yang dipakai shopping di dunia.

Sikap qanaah akan memudahkan muslim meletakkan dunia dalam genggaman mereka, bukan dalam hatinya. Tanpa sikap qanaah muslim akan menurutkan bisikan nafsu untuk lagi…lagi…dan lagi….tidak ada cukupnya.

Mereka akan terus berlomba, siapa yang paling bagus mobilnya, paling luas rumahnya, paling menawan pakaiannya. Sibuk dengan dunia, dan lupa dengan akhirat.

Bisa jadi belum ada simpanan akhirat itu, belum ada apa-apa. Padahal, hari ini bisa jadi adalah hari terakhir kita di dunia.

Nau’dzubillah min dzalik. 

Ayu, periksa hati, apakah telah hadir qanaah dan diri. Mari tumbuhkan tekad, berlomba-lomba untuk menyiapkan rumah di surga. Amiin.

Wallahu’alam.

* penulis adalah Dosen Jurnalistik Unpad, Founder FLP, SMART171, dan Ruqu Jatinangor

Kamis, 01 April 2021

I Love Organize: Panduan praktis mengelola event

 Deskripsi buku I Love Organize



Adapun ide pembuatan buku dan situ ini muncul ketika penulis mulai mendapatkan kesulitan saat bekerja sendiri memimpin beberapa acara sekaligus. Hanya dalam waktu 2 hari penulis harus menyelenggarakan 8 acara sekaligus di beberapa tempat dan bekerja dengan orang-orang yang belum berpengalaman dalam dunia organizer dengan jangka waktu sebulan untuk persiapan. Dengan demikian penulis harus menunjuk seorang manajer yang bertanggung jawab untuk masing-masing acara tanpa harus menuntut kehadiran sang penulis. Tanggal 15 Juli Cross Bagaimana caranya membuat laporan program acara dengan cepat dan menunjuk penanggung jawabnya. Akhirnya semua berjalan lancar. Pak Andi Salah satu event yang dipimpin oleh seorang ibu yang sama sekali belum pernah menyelenggarakan event, tiket acara tersebut terjual habis pada dua hari sebelum acara dimulai dan berlangsung dengan sukses.

Anda mungkin tidak tahu dari beberapa kejadian yang penulis amati, terkadang penulis menangkap ada pandangan negatif kepada sebuah event organizer hanya disebabkan event organizer tersebut tidak dapat bekerja secara profesional dan menjalin hubungan baik dengan pihak-pihak yang mendukungnya ketika mereka mengalami sebuah kendala. Hal tersebut dapat membuat pemilik event yang mempergunakan jasa event organizer merasa enggan bekerjasama kembali. Lebih baik ditangani sendiri daripada ditangani event organizer dengan mengeluarkan budget lebih besar tetapi hasilnya sama dengan acara yang ditangani sendiri.

Berdasarkan kejadian di atas, penulis tergerak menulis sebuah buku tentang event organizer, agar setiap orang yang ingin belajar mengelola sebuah acara dapat membuat program dengan cepat dan baik, kemudian sukses melaksanakannya. CD yang berisi program atau panduan dalam buku ini akan memudahkan seseorang membuat desain acara dan mengaplikasinya secara efektif dan efisien. Artinya tidak membuang waktu, tenaga, dan pikiran lebih banyak.

Melalui pengalaman mengelola beberapa event, mengamati beberapa acara nasional hingga internasional, yang menculik beberapa bagian penting dari sumber pengetahuan lainnya, saya harap buku ini dapat membantu siapapun yang ingin menyelenggarakan acara.

Selamat mencoba menyelenggarakan acara dan menjalaninya sebagai sebuah seni menciptakan dan mengelola. selamat dan sukses untuk anda.


---

Konten ini merupakan kerjasama dengan Pustakaloka Nus


Rabu, 24 Maret 2021

IZI Launching Smart Farm Academy Ke-8 di Tangerang

Foto: istimewa


Tangerang, 24 Maret 2021. Inisiatif Zakat Indonesia ( I Z I ) melauching Program Smart Farm Academy Ke-8 di desa Pondok Kelor kecamatan Sepatan Timur Kabupaten Tangerang. Acara launching berjalan lancar dengan tetap mematuhi aturan protokol kesehatan (prokes covid 19). 

Launching Program Smart Farm Academy di Tangerang ini merupakan titik kedelapan. Acara serupa sebelumnya pernah di lakukan dibeberapa titik yang berbeda yakni, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Program Smart Farm Academy, merupakan program yang menjadi fokus IZI dalam memberdayakan petani dhuafa untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga petani itu sendiri.

Hadir dalam acara ini sebanyak 20 orang yang peserta dalam program ini. 20 orang terpilih ini adalah perwakilan kelompok-kelompok tani dari 5 kecamatan, yakni Sepatan Timur sebagai tuan rumah, Sepatan, Kosambi, Sukadiri dan Tigaraksa.

Turut hadir dalam launching ini Nana Sudiana, Direktur Pendayagunaan IZI, selaku yang punya hajat. Kepala desa beserta unsur muspika ada Sekcam Sepatan Timur, Kapolek dan Danramil Sepatan. Dari lembaga teknis diwakili oleh BPP Sepatan.

H. Rianto selaku Fasilator program Smart Farm Academy mengatakan kepada awak media , pada hari ini kami bersama tim IZI Lauching program Smart Farm Academy yang kedelapan dengan jumlah peserta 20 orang perwakilan dari kelompok-kelompok tani dari lima kecamatan di Kabupaten Tangerang.

"Tim Fasilitor di sini akan mendidik para peserta selama satu bulan. Mulai dari pegarapan tanah, penanaman, penyemprotan, sampai pasca panen, serta cara memasarkan pertanian yang dihasilkan peserta," Ujar H. Rianto.

H. Rianto juga berharap agar para peserta hadir tepat waktunya, dapat menyimak dan mempratekan pembelajaran dari fasilitor.

M.Obo, ketua Poktan Kampung Malang, selaku fasilitor mengatakan bahwa kehadirannya saat ini guna memberikan edukasi dan motivasi kepada para petani yang mengikuti program Smart Farm Academy. Ia juga berharap program Smart Farm Academy dari IZI ini dapat menciptakan petani-petani muda yang berpotensi, sehingga ikut membantu program pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan.

Sebagai simbolis di launchingnya program Smart Farm Academy ini dimulai dengan penanaman pohon cabai bersama oleh Nana sudiana selaku Direktur Pendayagunaaan IZI, beserta Danramil sepatan dan kepala desa Pondok Kelor.

Selasa, 23 Maret 2021

Banten siap Terapkan Tilang Elektronik



Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menyatakan dukungannya terhadap ETLE (Electronic Law Enforcement) atau yang lebih dikenal dengan Tilang Elektronik. Hal itu diungkap Gubernur kepada wartawan usai menghadiri telekonferensi Launching ETLE Nasional dari RTMC (Regional Traffic Management Center) Polda Banten Jl Syech Nawawi Al-Bantani, Banjarsari Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang (Selasa, 23/3/2021).

"Ini merupakan terobosan yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia. Insya Allah kita akan memberikan dukungan," ujar Wahidin Halim.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo mengungkapkan 12 traffic light atau lampu merah persimpangan yang dikelola oleh Dishub Provinsi Banten sudah dilengkapi kamera CCTV (Closed Circuit Television). Namun sifatnya masih untuk pengaturan lalu lintas.  

"Speknya beda karena masih terbatas, tidak sampai pada nomor polisi kendaraan. Nanti kita akan melakukan peningkatan," ungkap Tri Nurtopo.

"Karena CCTV di situ nantinya menggunakan IA (Intellegent Artificial). Kita belum," tambah Tri.

Terpisah, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten Opar Sohari menyarankan, untuk menghindari tagihan tilang kepada pemilik kendaraan sebelumnya, kendaraan yang dijual hendaknya melakukan balik atau pindah nama.    

Launching  ETLE Nasional Tahap I dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk 12 Kepolisian Daerah (Polda) pada 224 titik. Yakni : Polda Banten, Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda DI Yogyakarta, Polda Jawa Timur, Polda Riau, Polda Jambi, Polda Sumatera Barat, Polda Lampung, Polda Sulawesi Selatan, dan Polda Sulawesi Utara.

Dikatakan, ETLE atau tilang elektronik menjadi salah satu program untuk membangun sistem dalam rangka penegakan hukum.  ETLE juga memberikan kepastian hukum bagi para pengguna lalu lintas.

Jenis pelanggaran yang dideteksi ETLE adalah : pelanggaran traffic light atau lampu merah, pelanggaran marka jalan, pelanggaran ganjil genap, pelanggaraan sabuk pengaman atau safety belt, pelanggaran menggunakan hp saat mengemudi, pelanggaran batas kecepatan, melawan arus, tidak memakai helm, pelanggaran pembatasan jenis kendaraan, serta keabsahan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan).


Minggu, 21 Maret 2021

Gubernur Kembali Perpanjang PSBB



Serang. 21 Maret 2021. Gubernur Banten, Wahidin Halim kembali memperpanjang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Perpanjangan PSBB tahap ketujuh ini dibuat dalam Keputusan Gubernur Banten Nomor 443/Kep.70-Huk/2021 tentang Perpanjangan Tahap Ketujuh Pembatasan

Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Alasan perpanjangan PSBB, kata Gubernur, karena masih ditemukan kasus Covid-19. Temuan tersebut diperoleh setelah Pemprov melakukan evaluasi penanganan Covid-19.

Adapun dasar pembuatan Keputusan Gubernur,  diantaranya :  Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular; Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana; Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan; Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan; Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Kedaruratan Bencana pada Kondisi Tertentu;Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Dalam keputusan tersebut, Menurut Gubernur, perpanjangan tahap ketujuh dalam upaya percepatan penanganan Covid-19. "PSBB dilaksanakan paling lama 30 hari sejak tanggal 20 Maret 2021 sampai dengan tanggal 18 April 2021, dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran Covid-19," kata Gubernur sebagaimana tertuang dalam keputusan tersebut di atas, seperti yang tercantum dalam situs resmi Provinsi Banten.

Masih terkait perpanjangan PSBB, kata Gubernur, Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten wajib melaksanakan Penetapan Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar sebagaimana dimaksud pada diktum kesatu sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-Undangan dan secara konsisten mendorong serta mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.

Waktu penetapan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar sebagaimana dimaksud pada diktum ketiga ditetapkan oleh Bupati/Walikota. Adapun waktu dimulai dan lamanya operasional check point (tempat pemeriksaan) di wilayah Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten diatur oleh Bupati/Walikota.

Jumat, 19 Maret 2021

Orientasi Hidup

Orientasi Hidup

Satria Hadi Lubis*



ADA orang yang hidup dengan masa lalunya.

Ada orang yang hidup dengan masa kininya.

Ada orang yang hidup dengan masa depannya.

Mana diantara mereka yang akan berhasil?

Jawabnya : Yang hidup dengan masa depannya.

Sebab hidup menjadi bergairah dan penuh harapan. Melangkah terus tanpa henti, meraih satu per satu cita-citanya dan...berhasil!

Jika pun tak berhasil, ia puas karena telah berusaha. Hidupnya bernilai karena yang penting telah usaha. Tak ada penyesalan ketika meninggalkan dunia ini.

Apalagi jika masa depan yang dibayangkannya adalah kesejahteraan negeri akhirat. Maka tak ada yang mampu mengalahkannya dan mematahkannya.

Sedang hidup dengan masa lalu adalah trauma.

Jika masa lalunya indah, teruslah ia bernostalgia. 

Jika masa lalunya buruk, teruslah ia mendendam trauma.

Semuanya menguras energi yang tak perlu. Membuat ia bermimpi kosong atau menangis. Tumbuh dalam jiwa yang sakit dan rapuh.

Tapi yang penting hidup dengan masa lalu membuat ia lalai akan indahnya masa depan.

Hidup dengan orientasi masa kini juga berbahaya. Sebab mudah bersikap pragmatis dan egois.

Jarang pahlawan muncul dari orang-orang yang orientasi hidupnya di masa kini. Justru yang muncul adalah para manipulator dan koruptor.

Itulah sebabnya Allah menurunkan ayat tentang taqwa yang mengaitkannya dengan orientasi hidup di masa depan.

"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya UNTUK hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan" (Qs. 59 : 18)

Bukan berarti mengingat masa lalu dilarang. Bukan berarti berbuat untuk masa kini tidak boleh. Tapi janganlah dijadikan orientasi yang mengubur cita-cita dan harapan. Membuat hidup mendendam akan masa lalu dan hedonis akan masa kini.

Hiduplah dengan masa depan. Sebab dari sana muncul orang-orang baik, para pahlawan dan para pemimpin besar. Yang rela mengenyampingkan egonya, bahkan menyerahkan jiwa raganya, demi kemaslahatan orang banyak.

Demi mendapatkan kemuliaan dan kebahagiaan.

Untuk dirinya dan orang lain.


* Penulis adalah Penceramah, Trainer dan Nara Sumber bidang agama dan pemberdayaan manusia

Dukung Muktamar XX MA, Wagub Banten: Terima Kasih Sudah Konsisten Membangun Pendidikan dan Dakwah Islam

(Foto: Hendra Gaftan / biroadpimsetdabanten)


Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menerima kunjungan Pengurus Besar Mathlaul Anwar sekaligus Panitia Muktamar XX Mathlaul Anwar (MA) di kediamannya, Kota Serang, Kamis (18/3) sore. Dalam rilis yang kami terima,Andika mengucapkan terima kasih kepada ormas Mathlaul Anwar karena telah konsisten berjuang di wilayah dakwah dan pendidikan Islam selama seabad terakhir ini.

“Tentu saja pertama saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Mathlaul Anwar yang telah dengan konsisten selama seabad membantu dakwah Islam dan pendidikan, khususnya di Banten sendiri sebagai basis dari Mathlaul Anwar,” kata Andika kepada pers usai menerima tamunya.

Andika yakin masyarakat Banten sangat bangga terhadap Mathlaul Anwar yang telah berjuang di jalan dakwah Islam dan pendidikan yang dengan sendirinya membesarkan nama daerah Banten sebagai daerah asalnya. “Dan sudah berapa juta penduduk Banten yang dibantu pendidikannya dari tingkat dasar sampai sarjana oleh Mathlaul Anwar,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Andika mengaku mendukung Muktamar XX Mathlaul Anwar yang akan diselenggarakan di Bogor, Jawa Barat, pada 1 April mendatang. Andika berharap dari muktamar tersebut dapat lahir kepengurusan dan gagasan-gagasan besar Mathlaul Anwar, baik khusus untuk Banten maupun untuk Indonesia dan umumnya untuk kepentingan dakwah Agama Islam.

Sementara, Ketua Pengurus Wilayah Mathlaul Anwar Banten, KH Babay Sujawandi, mengatakan kedatangan pihaknya juga untuk minta kesediaan Wagub Banten tersebut untuk bergabung menjadi keluarga besar Mathlaul Anwar. "Kami akan menempatkan beliau, sebagai Majelis Amanah PW Mathlaul Anwar Banten," ujar Babay.

Menurut Babay, audiensi yang dipimpin langsung Ketua II Pengurus Besar Mathlaul Anwar, Dr. Jihaduddin, membicarakan tentang peran Mathlaul Anwar di dunia dakwah dan pendidikan terutama di Banten.

"Dalam pertemuan tersebut Wagub menyambut baik silaturahim Mathlaul Anwar, dan meminta Mathlaul anwar terus bermitra dengan Pemerintah Provinsi Banten, terutama dalam strategi pembangunan sumber daya manusia," imbuh Babay.