Manajemen Potensi diri - Juragan Post

Rabu, 20 Februari 2019

Manajemen Potensi diri



Dalam ilmu manajemen dielaskan apa yang disebut dengan fungsi-fungsi manajemen. Secara umum fungsi manajemen dikelompokkan menjadi empat fungsi yaitu; Perencanaan (planning), Pengorganisasian (organizing), Pelaksanaan (actuating), dan Pengendalian (controlling).


Apabila fungsi-fungsi manajemen seperti yang telah disebutkan diatas diterapkan pada potensi diri manusia, maka terdapat empat fungsi manajemen potensi diri manusia, perencanaan potensi diri, pengorganisasian potensi diri, pelaksanaan atau tindakan mengaplikasikan potensi diri, dan pengendalian potensi diri. Berdasarkan potensi diri manusia yang telah dianugerahkan Allah, maka untuk menuju sukses hidup manusia, mutlak harus dibuat rencana hidup yaitu mengenai visi, misi, sasaran-sasaran dan tujuan- tujuan atau impian dalam hidup manusia. Manusia mempunyai kemampuan untuk merencanakan hidup melalui akal pikirannya, kehidupan macam apa yang akan di inginkannya.

Untuk mencapai visi misi tujuan atau impian hidup manusia, maka diperlukan adanya usaha untuk mengkoordinasikan berbagai potensi diri yang telah dimiliki. Bagaimana mendesain kontrol antar potensi akal pikiran kita dengan nafsu dan jiwa kita, adalah tugas manusia dalam organisasikan potensi dirinya. Pikiran harus tunduk pada hati, agar hati yang bersih akan memimpin Pikiran menjadi bersih, sehingga dapat mendukung pencapaian tujuan hidup manusia.

Kemudian manusia juga mempunyai kemampuan untuk menjalankan kegiatan guna mencapai tujuan hidupnya. Dalam menjalankan tindakan untuk mencapai tujuan pasti dibutuhkan ilmu dan juga teknologi. Untuk mencapai sukses hidup setelah mempunyai ilmu dan teknologi, maka keahlian harus dimiliki dan dalam pelaksanaannya tersebut, dapat dikatakan sebagai sebuah latihan yang terus-menerus dilakukan. Orang yang sukses akan tergantung dari ilmu teknologi dan keahlian yang dipunyainya, serta tingkatan latihan yang dilaksanakan nya. Kegagalan hidup bisa disebabkan kurangnya ilmu, teknologi, keahlian maupun latihan.

Untuk mencapai sukses hidup, potensi diri manusia harus senantiasa dikendalikan. Pengendalian dilakukan untuk potensi-potensi yang dimiliki manusia, seperti yang telah dibahas di atas yaitu mengendalikan akal pikirannya, nafsu dan jiwanya agar selalu dalam garis yang seharusnya, guna mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan. Dalam fungsi pengadilan diri, kegiatan introspeksi atau mawas diri, mengapa usahanya gagal atau sukses, sangatlah penting untuk dilakukan. Apabila telah berhasil mencapai tujuan, perencanaan berikutnya adalah merencanakan tujuan yang lebih tinggi lagi untuk dicapai. Apabila belum berhasil, cari sebab-sebab mengapa usaha yang telah dilakukan atau pelaksanaannya belum sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Setelah diketahui penyebabnya, gunakanlah potensi-potensi yang sudah ada untuk melakukan tindakan koreksi agar periode berikutnya menjadi berhasil atau sukses.
Jadi manajemen potensi diri adalah seni dan ilmu untuk mengaktualisasikan potensi diri manusia atau kemampuan dasar manusia dapat memberikan manfaat kepada diri sendiri dan pihak lain sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan sebelumnya dalam kehidupan di dunia ini, untuk menuju kehidupan di akhirat nanti. Itulah manajemen potensi diri bagi manusia yang beriman kepada Allah serta akhirat. Dilihat dari kegunaannya, manajemen potensi diri dapat memberikan manfaat bagi manusia di dunia maupun di akhirat nanti.


kepustakaan
Slamet Wiyono: 2006. Manajemen Potensi Diri. (edisi Revisi) Jakarta: Grasindo

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda