4 Kesalahan Investasi Emas yang Sering Dilakukan Pemula - Juragan Post

Jumat, 26 April 2019

4 Kesalahan Investasi Emas yang Sering Dilakukan Pemula


Tingkat partisipasi masyarakat dalam berinvestasi kini kian meningkat. Namun, dari sekian banyak instrumen investasi yang tersedia, emas selalu menjadi yang pertama kali diincar oleh hampir seluruh kalangan masyarakat. Selain harganya yang selalu stabil dan bahkan cenderung naik tiap tahunnya, investasi emas pun kian mudah berkat program dan layanan investasi yang dirancang sejumlah lembaga keuangan.

Meski investasi emas bisa dibilang relatif mudah dan cocok dipraktikkan seluruh kalangan, bukan berarti Anda tidak memerlukan strategi khusus. Agar investasi emas lebih menguntungkan, hindari lima kesalahan investasi emas yang sering dilakukan pemula berikut ini:

1. Membeli Emas Tanpa Melihat Wujudnya
Kecanggihan teknologi memang memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi, tak terkecuali transaksi dalam investasi. Namun, untuk urusan investasi emas, Anda tidak dianjurkan untuk membeli emas tanpa tahu wujud aslinya karena berpotensi memiliki risiko yang cukup tinggi. Daripada was-was, lebih baik Anda membeli emas secara langsung dari lembaga tepercaya.

Kalaupun Anda lebih tergiur untuk melakukan investasi emas secara online, pastikan lembaga investasi yang dipilih memiliki reputasi yang baik dan menjamin keaslian emas yang dijadikan instrumen investasi. Untuk menghindari risiko penipuan oleh lembaga investasi bodong, Anda dapat mengecek legalitas perusahaan atau lembaga tersebut melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

2. Tidak Pernah Memantau Harga Emas
Investasi emas tidak sekadar membeli, menimbun, dan menjual. Perlu strategi khusus agar keuntungan yang didapat lebih maksimal. Investor pemula sering abai dalam memantau pergerakan harga emas. Bagi yang tertarik untuk berinvestasi pada logam mulia emas, atau emas batangan, Anda dianjurkan untuk memantau harga emas setiap harinya agar tahu kapan momentum yang tepat untuk membeli atau menjual emas.

3. Membeli Emas dalam Bentuk Perhiasan
Perhiasan emas memang memiliki nilai jual yang tinggi, tapi jika Anda tertarik untuk berinvestasi emas sebaiknya hindari membeli emas dalam bentuk perhiasan. Besar-kecilnya imbal balik yang Anda terima dari perhiasan emas ditentukan oleh banyak faktor, salah satunya adalah biaya pembuatan perhiasan. Biasanya, toko emas tidak hanya menimbang berat dan kadar kemurnian emas untuk menentukan harganya. Semakin rumit desain perhiasan, makin besar pula ongkos yang Anda keluarkan.

Solusinya, pilihlah logam mulia emas yang dikeluarkan PT ANTAM atau PT UBS yang memiliki jaminan keaslian emas yang dibuktikan melalui sertifikatnya. Logam mulia keduanya pun sangat mudah diperoleh di lembaga keuangan, seperti Pegadaian dan bank atau bahkan toko emas. Namun, pastikan toko emas yang Anda pilih punya sertifikat asli dari ANTAM atau UBS.

4. Tidak Memperhatikan Kemurnian Emas
Waspada, di pasaran banyak ditemukan emas daur ulang atau scrap gold yang berasal dari emas benda elektronik yang dijual kembali oleh perajin emas. Selain tidak memiliki nilai estetika, emas daur ulang juga tidak memiliki nilai jual yang menarik. Kadar kemurnian emas harus mencapai 99 persen agar memiliki nilai investasi yang menguntungkan. Jadi, pastikan untuk memeriksa kemurnian emas sebelum memutuskan untuk membelinya.

Pesona emas tampaknya tidak akan menghilang untuk jangka waktu yang cukup lama. Anda pun dapat memercayakan emas sebagai instrumen penghimpun nilai kekayaan yang efektif. Nah, sebelum mulai berinvestasi, pastikan Anda memiliki pengetahuan memadai seputar emas yang dapat diperoleh dari para pakar atau orang yang sudah berpengalaman.

Bagikan artikel ini

1 komentar


  1. Setuju banget sama poin-poinnya. Saya juga punya referensi tulisan lain nih sebagai tambahan. Semoga bermanfaat ya. Yuk cek di sini: Kesalahan investasi emas yang membahayakan

    BalasHapus