Dalil Jual Beli (Perdagangan) - Juragan Post

Senin, 20 Mei 2019

Dalil Jual Beli (Perdagangan)




  1. ”Dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” (QS Al Baqarah [2] : 275)
  2. ”Dan persaksikanlah jika kamu berjual beli, dan janganlah penulis dan saksi saling menyulitkan” (QS. Al-Baqarah [2] : 282)
  3. ”Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil” (QS. Al-An’am [6] : 152)
  4. ”Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar dan timbanglah dengan neraca yang benar, itulah yang lebih utama dan lebih baik akibatnya” (QS Al-Israa’ [17] : 35)
  5. ”Celaka benar, bagi orang-orang yang yang curang, (yaitu)  orang-orang  yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka meminta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam” (QS. Al – Muthaffifiin [83] : 1- 6)
  6. ”Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. Al-Jumu’ah [62] : 9)

Dalil Sunnah, Rasulullah saw bersabda ”Usaha yang paling utama (afdhal) adalah hasil usaha seseorang dengan tangannya sendiri dan hasil dari jual beli yang mabrur”
  1. “Sesungguhnya Allah sangat suka melihat hambaNya yang berusaha mencari rezeki halal” (HR. Thabrani dan Dailami)
  2. ”Berusaha mencari rezeki halal adalah wajib bagi setiap muslim” (HR. Thabrani)
  3. Dari Rafi’ bin Khudaij bahwa seseorang berkata kepada Rasulullah saw, ”Wahai Rasulullah, apa pekerjaan yang terbaik (paling halal dan berkah)?” Rasulullah menjawab, ”Pekerjaan yang dilakukan dengan tangannya sendiri dan setiap transaksi jual beli yang mabrur (Halal dan berkah)” (HR. Ahmad dan Bazzar)
  4. ”Sesungguhnya Allah mengharamkan jual beli khamar, bangkai, babi, dan patung-patung”  (HR. Jabir)
  5. ”Janganlah kalian membeli ikan yang masih berada dalam air, karena merupakan penipuan” (HR. Ahmad)
  6. ”Rasulullah saw telah melarang menjual kurma sebelum dapat dimakan (masih di pohon) atau bulu domba yang masih berada di kulit atau susu di kantongnya atau susu padat (samin) yang masih bercampur dengan susu” (HR. Daruquthni)
  7. ”Barangsiapa yang membeli sesuatu barang yang belum dilihatnya, maka ia berhak khiyaar (hak memilih) (melakukan pilihan) tatkala melihatnya” (HR. Daruquthni)
  8. ”Sudah menjadi sunnah, apapun yang diperoleh melalui transaksi yang dilakukan tangan, maka harta tersebut sudah menjadi milik pembeli” (HR. Bukhari)
  9. ”Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku membeli barang dagangan, apa saja yang dihalalkan dan diharamkan darinya ?” Rasulullah bersabda, ”Jika engkau membeli sesuatu, maka janganlah kau jual lagi sebelum barang tersebut berada di tanganmu (dipegang)” (HR. Ahmad, Baihaqi, dan Ibnu Hibban)
  10. ”Jika suatu barang dapat ditakar, maka lakukanlah” (HR. Bukhari)
  11. ”Janganlah diantara kamu menjual barang yang telah diakad pihak lain” (HR. Ahmad dan an-Nasa’i)
  12. “Janganlah seorang menjual barang yang telah dijual oleh saudaranya” (HR. Bukhari dan Muslim)
  13. “Orang yang telah menjual kepada dua pihak, maka barang tersebut harus pada pihak yang pertama” (HR. Ahmad, Nasa’i, Abu Dawud, dan Tirmidzi)
  14. “Transaksi orang muslim itu sesuai dengan syarat-syarat antara mereka” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Hakim dari Abu Hurairah)
  15. Rasulullah bersabda, ”Sesungguhnya jual beli itu berdasarkan saling ridha” ”Allah mengasihi seseorang yang memberikan kemudahan apabila ia menjual, membeli, dan menagih haknya” (HR. Bukhari dan Tirmidzi)
  16. ”Barangsiapa yang membeli barang hasil curian dan ia mengetahuinya, maka ia juga sama mendapatkan dosa dan kejelekannya” (HR. Baihaqi)
  17. ”Allah melaknat minuman khamar bagi peminumnya, penuangnya, penjualnya, yang menjualbelikannya, pemerasnya, yang memerintahkan untuk memerasnya, kurir dan yang mengantarkannya” (HR. Ibnu Umar)
  18. ”Sumpah itu bisa melariskan barang dagangan, akan tetapi dapat menghapus keberkahannya” (HR. Bukhari dan lainnya dari Abu Hurairah)
  19. ”Jauhilah melakukan banyak sumpah dalam transaksi jual beli, karena ia akan melariskan dagangan kemudian menghapus keberkahannya” (HR. Imam Muslim)
  20. ”Sesungguhnya para pedagang itu banyak melakukan dosa.” Para sahabat bertanya, ”Wahai Rasulullah, bukankah Allah telah menghalalkan jual beli?” Rasulullah menjawab, ”Ya, tapi mereka bersumpah, maka mereka berdosa. Mereka berbicara, namun berdusta.” (HR. Ahmad)
  21. ”Apabila kamu melihat seseorang melakukan transaksi jual beli di dalam masjid, katakanlah, ’Semoga Allah tidak memberikan keuntungan atas niagamu” (HR. Ahmad)

Rasulullah bersabda, ”Transaksi jual beli antara sesama orang Islam dilakukan syarat-syarat yang mereka sepakati.”

  1. ”Tidak boleh menggabungkan akad jual beli dan akad pinjam meminjam; dan tidak boleh pula menggabungkan dua syarat dalam satu transaksi” (HR. Tirmidzi)

Rasulullah bersabda, ”Jika dua pihak yang melakukan jual beli berselisih dan antara keduanya tidak ada kejelasan atau penyelesaian, maka ketentuan berada di tangan pemilik barang atau mereka membatalkan akad jual beli tersebut”

  1. ”Setiap dua orang yang melakukan transaksi jual beli, belum berlaku akadnya hingga mereka berpisah, kecuali jual beli dengan khiyaar (hak memilih)” (HR. Ibnu Umar)
  2. ”Jika dua orang telah melakukan transaksi jual beli, maka kedua belah pihak boleh melakukan khiyaar (hak memilih) sebelum mereka berpisah setelah sebelumnya bersama-sama. Atau salah seorang mereka melakukan khiyaar (hak memilih), maka mereka berdua melakukan jual beli dengan cara demikian, sehingga jual beli menjadi satu keharusan” (HR. Tsalaatsah)













Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda