5 Pasangan yang Sukses Membangun Bisnis Bersama - Juragan Post

Kamis, 20 Juni 2019

5 Pasangan yang Sukses Membangun Bisnis Bersama



Siapa bilang pasangan bukan mitra bisnis yang ideal? Sebaliknya, pasangan bisa jadi sosok terbaik untuk membangun bisnis dari nol. Sayangnya, banyak orang yang enggan melibatkan suami atau istri dalam menjalankan bisnis karena takut tidak bisa memisahkan urusan bisnis dan pribadinya. Padahal, selama Anda dan pasangan dapat bersikap profesional dan tetap bersama, masalah sesulit apapun dapat teratasi.

Kalau Anda masih ragu untuk membangun bisnis bersama pasangan, ada baiknya untuk menyimak kisah lima pasangan berikut yang sukses membangun bisnis bersama.

1. Do Won dan Jin Sook Chang


Do Won dan Jin Sook Chang awalnya hanya pasangan muda yang nekat bermigrasi ke Amerika Serikat pada 1981 silam. Kedua orang ini bukanlah orang yang cakap berbahasa Inggris, bukan pula orang bergelar sarjana dan berkecukupan secara materi.

Namun, Do Won dan Jin Sook Chang punya filosofi bahwa keluarga adalah satu-satunya orang yang dapat dipercaya, tak terkecuali dalam membangun bisnis bersama. Do Won dan Jin Sook Chang bekerja serabutan selama tiga tahun mengumpulkan tabungan sebesar USD 11.000 untuk membangun toko pakaian pertama mereka yang diberi nama Forever 21 di Los Angeles.

Hanya dalam jangka waktu setahun, toko pakaian mereka sanggup meraup omzet sebesar USD 700.000. Sekarang, pasangan ini sudah memiliki 790 gerai Forever 21 yang tersebar di 50 negara. Keren, bukan?

2. Kevin dan Julia Hartz


Kevin dan Julia Hartz meluncurkan Eventbrite, platform pemesanan tiket online, bersamaan dengan perencanaan pernikahan mereka pada 2006. Keduanya bertemu saat menghadiri pernikahan seorang teman pada tahun 2003. Saat itu, Kevin tengah merintis start-up keduanya yang bernama Xoom. Keduanya pun mulai dekat dan terlibat dalam berbagai proyek bisnis.

Julia bahkan sempat bekerja di Xoom, sebelum akhirnya memutuskan untuk keluar dan merintis Eventbrite bersama Kevin. Saat ditanya apa rahasia sukses membangun bisnis bersama pasangan, Kevin dan Julia Hartz menjawab: “Kami selalu menyarankan pasangan yang ingin membangun bisnis bersama untuk mencoba bagaimana rasanya menjadi mitra terlebih dulu. Kami jugaselalu merancang jalan keluar untuk mengatasi masalah yang bisa saja muncul saat berbisnis, karena kami tidak ingin mengorbankan hubungan kami.”

3. Andrew dan Peggy Cherng


Bagi warga Amerika Serikat, Panda Express bukanlah nama yang asing. Salah satu restoran siap saji terpopuler di Negeri Paman Sam tersebut ternyata didirikan oleh pasutri Andrew dan Peggy Cherng. Pasangan yang sudah bersama selama puluhan tahun ini pertama kali bertemu saat masih menjadi mahasiswa di Baker University. Keduanya kemudian melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan dan mulai merintis gerai Panda Express di salah satu mal di Los Angeles. Hingga saat ini, Andrew dan Peggy Cherng sudah memiliki 2.000 gerai Panda Express yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Dubai, dan Korea Selatan.

4. Naya Kumara dan Astri Ade


Naya Kumara dan Astri Ade bertemu pertama kali pada 2009 di butik milik artis Luna Maya. Dari pertemuan tersebut, keduanya mulai dekat dan memutuskan pacaran. Ide untuk membangun bisnis bersama muncul ketika Astri curhat bahwa ia jenuh dengan pekerjaannya saat itu.

Tanpa basa-basi, Naya mengusulkan Astri untuk resign dari pekerjaannya dan fokus membangun bisnis bersama. Pasangan yang menikah pada 2011 tersebut awalnya hanya bermodalkan uang Rp 500.000 untuk membuat aksesori yang diberi nama Kidnapped Ally. Lambat-laun, keduanya mulai percaya diri untuk merambah bisnis busana wanita. Kini, Naya dan Astri sukses membangun bisnis fashion dengan omzet sekitar Rp 100 juta tiap bulannya.


5. Uma Hapsari dan Rendi Andaru


Amazara merupakan salah satu merek fashion yang terkenal di kalangan online shoppers Tanah Air. Uma Hapsari mendirikan brand yang terkenal dengan produk sepatunya ini bersama sang suami, Rendi Andaru. Uma yang merupakan lulusan universitas ternama di Australia tersebut pernah bekerja paruh waktu di perusahaan sepatu bernama Nine West.

Setelah kembali ke Indonesia, Uma menikah dengan Rendi dan mendirikan bisnis keluarga yang bergerak di bidang pakaian. Awalnya, toko pakaian Uma dan Rendi hanya beroperasi secara offline di daerah Bantul, Yogyakarta. Keduanya berpikir untuk menjual brand sepatu sendiri yang dipasarkan secara online. Tak disangka, tanggapan masyarakat saat itu ternyata cukup baik. Uma dan Rendi pun akhirnya mendirikan PT Amazara Cipta Indonesia yang menaungi brand sepatu, tas, dan aksesori Amazara pada 2015.

Nah, itu dia lima kisah sukses pasangan suami-istri yang membangun bisnis bersama. Semoga kisah tersebut dapat menjadi inspirasi Anda dan pasangan dalam berbisnis.


Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda