Mengapa Kita Perlu Berinvestasi? - Juragan Post

Sabtu, 10 Agustus 2019

Mengapa Kita Perlu Berinvestasi?



Tradisi investasi bukan barang baru dalam budaya Indonesia, tetapi zaman sekarang, masih banyak orang yang berpikir bahwa investasi hanya untuk golongan tertentu. Padahal, investasi bisa dilakukan oleh siapa saja, tidak peduli jumlah penghasilan. Anda juga bisa menyesuaikan jenis investasi, mulai dari tabungan, deposito, mengumpulkan emas, membeli properti, hingga bermain saham.

Lepas dari jenisnya, ada berbagai manfaat investasi yang tidak akan membuat Anda menyesal melakukannya. Berikut berbagai alasan mengapa kita perlu berinvestasi:

Tabungan Masa Pensiun

Masa pensiun menjadi momok bagi banyak orang, karena pengeluaran tidak berhenti walau seseorang sudah berhenti bekerja. Beban finansial akan bertambah jika Anda menderita penyakit berat atau kondisi fisik lainnya saat pensiun, sehingga membutuhkan perawatan khusus yang mahal. Jika Anda berencana pensiun tanpa khawatir, investasi jangka panjang seperti emas, properti, reksadana, hingga asuransi investasi bisa menjadi pilihan.

Pembiayaan Masa Depan

Anda punya rencana yang membutuhkan biaya besar? Mungkin menyekolahkan anak, menikah, membeli rumah, atau pergi berlibur? Investasi sejak dini akan membantu Anda mengumpulkan dana masa depan yang dibutuhkan. Deposito dan asuransi investasi khusus yang menyediakan pendanaan untuk pendidikan, misalnya, cukup populer di kalangan umum.

Membuka Bisnis

Membuka bisnis baru membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Jika Anda bermimpi untuk punya bisnis sendiri di masa depan, investasikan sedikit dari uang Anda untuk melakukannya. Dengan investasi, Anda bisa mengurangi kemungkinan berhutang atau meminjam untuk membuka bisnis, sehingga beban finansial tidak terlalu berat.

Menanggulangi Masalah Keuangan yang Berat

Tidak ada yang tahu hal buruk apa yang bisa terjadi di masa depan. Mungkin Anda mengalami kecelakaan sehingga tidak bisa membiayai keluarga, harus kehilangan penghasilan karena suatu sebab, mengalami kerusakan harta, atau punya keluarga yang mengalami masalah dan membutuhkan biaya besar. Investasi bisa menjadi salah satu solusi untuk menanggulangi masalah mendadak ini.

Menjadi Bagian dari Startup Menarik

Perusahaan rintisan alias startup saat ini sedang banyak berkembang, dan banyak di antaranya merupakan startup digital yang cukup potensial. Jika Anda memiliki cukup modal, berinvestasi pada perusahaan rintisan bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin menjadi bagian dari perusahaan potensial, serta menuai keuntungan jangka panjang.

Perusahaan unicorn seperti Tokopedia, misalnya, mendapat dana investasi untuk pengembangan dari PT Indonusa Dwitama, East Ventures, CyberAgent Ventures, NetPrice, dan SoftBank Ventures Korea. Saat ini nilai valuasi Tokopedia sudah melebihi US$1 milyar, jadi bayangkan berapa keuntungan yang akan diperoleh para investornya!

Pertanyaan Sebelum Memilih Jenis Investasi

Sudah mantap untuk berinvestasi? Pastikan memilih jenis investasi yang tepat agar tidak menyesal. Berikut beberapa pertanyaan yang harus Anda pertimbangkan sebelum memilih investasi:

Kapan Anda mengharapkan hasil investasi tersebut? Investasi jangka pendek dan panjang sebaiknya dibedakan sesuai dengan metode pencairan dananya. Untuk investasi jangka pendek, proses pencairan dana harus mudah, terutama jika Anda membutuhkannya untuk keadaan darurat. Sebaliknya, pencairan dana untuk investasi jangka panjang sebaiknya tidak terlalu mudah, agar Anda tidak “tergoda”.

Berapa lama periode investasi Anda?

Setiap orang punya alasan berbeda untuk berinvestasi. Jika Anda baru membutuhkan uangnya dalam jangka waktu lama, hindari investasi yang terlalu fluktuatif. Sebaliknya, jika berani mengambil risiko, Anda bisa mencoba investasi jangka pendek dengan risiko sekaligus hasil tinggi.

Apakah investasi tersebut akan menjadi sumber penghasilan?
Banyak orang memulai investasi untuk mendapat sumber penghasilan, misalnya untuk hari tua atau masa pensiun. Jika Anda berniat memulai investasi seperti itu, pastikan memilih jenis yang tepat untuk mendapat pendanaan reguler. Dana pensiun, obligasi, dan jenis pendanaan anuitas lainnya bisa menjadi pilihan.

Berapa banyak penghasilan Anda?

Jumlah penghasilan menentukan berapa banyak yang bisa diinvestasikan. Ingat, Anda harus menyisihkan uang untuk keperluan sehari-hari, dana cadangan, serta tabungan biasa, sebelum mengeluarkan dana investasi. Idealnya, dana investasi adalah sebesar 20 hingga 30 persen dari uang tabungan (di luar kebutuhan rutin dan dana darurat). Berkonsultasilah dengan perencana keuangan untuk mendapat perhitungan tepat.

Investasi adalah pilihan finansial yang cerdas, asalkan disesuaikan dengan kondisi. Investasi juga akan melatih Anda untuk lebih sabar dan bijaksana terkait pengelolaan uang, dengan pemasukan ekstra sebagai bonusnya. Seperti kata investor top Warren Buffet, “Anda bisa berteduh di bawah pohon karena dulu ada yang menanam bibitnya”.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda