Langkah-Langkah Membuat Rencana Investasi Masa Depan - Juragan Post

Selasa, 10 September 2019

Langkah-Langkah Membuat Rencana Investasi Masa Depan




Manusia tidak bisa melihat masa depan.Yang bisa dilakukan hanyalah mempersiapkan diri dan merencanakan sesuatu untuk menghadapi masa depan. Hal ini berlaku bagi siapa saja, termasuk Anda, khususnya dalam hal finansial.

Dari tahun ke tahun, segala biaya kebutuhan sehari-hari cenderung mengalami peningkatan. Harga bensin satu liter pada 5 tahun yang lalu belum tentu sama dengan 5 tahun ke depan, apalagi hal lainnya seperti biaya pendidikan, kesehatan, rumah, dan sebagainya. Arti uang 100.000 rupiah yang Anda dapatkan pada dua puluh tahun yang lalu sudah pasti berbeda nilainya dengan yang ada pada tahun ini.

Melihat kenyataan di atas, yang bisa Anda lakukan adalah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup. Selain itu, Anda juga perlu berpikir strategis dan melihat jauh ke depan. Bayangkan jika biaya hidup semakin mahal sementara Anda semakin tua dan tidak bekerja. Dari mana Anda bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari?

Mumpung hari tua masih jauh, sebaiknya Anda melakukan investasi sejauh mungkin. Namun, apa saja yang harus dilakukan ketika merencanakan keuangan jangka panjang ini? Simak ulasan berikut.

1. Menentukan Tujuan Investasi

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membuat tujuan yang jelas dalam berinvestasi. Anda harus tahu uang yang disisihkan setiap waktu ini akan digunakan untuk apa. Apakah jaminan hari tua, biaya pendidikan, atau tujuan penting lainnya.

Tanpa memiliki tujuan, Anda tidak akan memiliki motivasi untuk menyisihkan uang. Akibatnya, harta ini akan mudah habis digunakan untuk berbagai keperluan dan keinginan jangka pendek.

Tujuan berinvestasi sebaiknya bersifat realistis dan spesifik. Realistis artinya sangat mungkin untuk dicapai. Sementara itu, spesifik artinya memiliki gambaran yang jelas dan terukur. Contoh tujuan investasi yang bisa Anda gunakan, misalnya memiliki uang 250 juta rupiah untuk biaya pendidikan anak di perguruan tinggi. Dengan memiliki tujuan, Anda tidak hanya mampu melihat hasil akhir dengan jelas, tetapi juga mengetahui bagaimana cara untuk mencapai ke sana.


2. Menghitung Tabungan Setiap Bulan

Setelah mendapatkan nominal akhir dan rentang waktunya, Anda bisa menarik mundur untuk mendapatkan berapa besar biaya yang harus Anda keluarkan untuk investasi tersebut setiap bulannya. Katakanlah target Anda adalah 250juta rupiah pada 20 tahun ke depan.

Periksa angka yang muncul, apakah cukup realistis untuk keluarga Anda. Jika tidak, Anda perlu meninjau kembali tujuan investasi ini. Lakukan penyesuaian pada nominal atau rentang waktunya. Jangan sampai investasi yang bertujuan untuk memudahkan hidup malah mengacaukannya.

3. Memilih Strategi Investasi

Robert T. Kiyosaki, seorang investor kenamaan dunia pernah mengatakan,

“Don’t invest in what you don’t know. Learn first then invest.”

Ketahui berbagai instrumen investasi dan temukan yang paling cocok untuk Anda. Beberapa contoh di antaranya adalah tabungan, emas, deposito, forex trading, saham, tanah dan bangunan, asuransi, atau reksa dana. Setiap investasi tersebut memiliki level keuntungan yang berbeda. Namun, semakin besar bunganya, semakin besar pula risikonya. Anda perlu kerja keras untuk ini.

Selama usia Anda masih muda, sebenarnya semakin besar kesempatan Anda untuk mengambil instrumen investasi berisiko tinggi. Hal ini dikarenakan Anda memiliki waktu pemulihan yang lebih banyak terhadap kerugian yang terjadi. Namun, jangan lupa juga untuk mempertimbangkan tujuan Anda. Untuk jangka pendek sebaiknya memilih yang risiko kecil, begitu juga sebaliknya.

4. Mengevaluasi Investasi

Seiring berjalannya waktu, mungkin ada perubahan yang terjadi dalam kehidupan Anda. Oleh karena itu, lakukanlah evaluasi secara berkala pada investasi yang sedang dilakukan. Perhatikan bagaimana kemampuan Anda dalam menyisihkan uang selama ini. Apakah masih kurang atau justru sesungguhnya bisa lebih dari ini?

Perhatikan juga apakah strategi Anda masih cukup relevan setelah sekian lama berjalan. Mungkin jumlah tanggungan Anda bertambah atau pemasukan bulanan Anda mengalami penurunan. Strategi investasi ini harus Anda sesuaikan agar tidak terlalu membebani.

Mempersiapkan diri dari hal-hal terburuk dengan melakukan cara-cara terbaik adalah strategi menjalankan bisnis yang solid dan tahan lama. Jika Anda memiliki usaha kecil, investasi adalah cara yang baik untuk perlahan-lahan mengembangkan kemampuan bisnis Anda sekaligus menjaganya dari hal-hal yang tidak terduga. Jadi, tidak terbatas untuk kehidupan pribadi saja.













Bagikan artikel ini

2 komentar

  1. Thanks infonya. Oiya ngomongin investasi, ternyata ada loh investasi yang aman, mudah, dan menguntungkan buat para mahasiswa. Mau tau investasi yang dimaksud? Yuk, cek selengkapnya di sini: Investasi mantap buat mahasiswa

    BalasHapus