Melirik usaha kuliner jamur tiram untuk menambah penghasilan - Juragan Post

Minggu, 05 Januari 2020

Melirik usaha kuliner jamur tiram untuk menambah penghasilan




Bisnis kuliner jamur tiram sangat menjanjikan. Karena masakan jamur tiram cukup lezat dan bisa dibeli dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan daging atau ayam. Oleh karena itu, menjadikan jamur tiram sebagai salah satu menu di kantin, kafetaria sekolah, warung makan, restoran ,juga katering akan sangat menguntungkan.

Pangkalan Ide dan Mayarisanti dalam bukunya Booming Oyster Musshroom: mendulang rupiah dan gizi dari usaha kuliner jamur tiram mengatakan bahwa Pengolahan jamur tiram dilihat dari segi lama dapat dikatakan menjadi tiga macam jenis olahan. Ketiga macam jenis tulang tersebut adalah sebagai berikut:

  • Pertama olahan jamur tiram kering. Olahan ini dapat disimpan dalam waktu 3 sampai 6 bulan. Contoh olahan antara lain seperti keripik jamur, crackers jamur tiram, stik jamur tiram, abon jamur suwir, sambal goreng jamur tiram suwir, jelly jamur tiram, dendeng jamur tiram, kue kering jamur tiram dan lain-lain.
  • Kedua olahan jamur tiram yang dapat disimpan di pendingin atau freezer. Jenis olahannya antara lain seperti nugget jamur tiram, burger jamur tiram, tempura jamur tiram, bakso jamur tiram, roti isi balado jamur tiram, lumpia jamur tiram, sosis dan onde-onde jamur tiram.
  • Ketiga olahan jamur tiram siap saji. Contoh olahan antara lain sate jamur tiram, bistik jamur tiram, sup cream atau bening jamur tiram, capcay jamur tiram, pepes jamur tiram, asam manis jamur tiram, kare dan gulai jamur tiram, rendang dan tongseng jamur tiram, dan masih banyak baju yang dapat dibuat untuk disajikan secara langsung alias tidak perlu penyimpanan lama.


Dalam pengolahan jamur tiram ada faktor pendukung dan penghambat pembuatan olahan jamur tiram. Yang menjadi faktor pendukung adalah ketersediaan jamur tiram segar dan organik untuk dijadikan olahan jamur. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat antara lain pembudidaya belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang bagaimana mengolah jamur segar yang baik dan benar serta tepat sasaran.

Pengetahuan terhadap kemasan untuk olahan yang menarik Konsumen juga seringkali belum memadai. Sarana dan prasarana terutama bahan pendukung olahan dan alat yang dipakai untuk pengolahan masih sulit dimiliki para pembudidaya. Sasaran pemasaran jamur olahan juga masih menjadi kendala penutupan dan segmen pasar dari produk olahan jamur tiram tersebut. Namun peluang usaha kuliner berbasis jamur tiram tetap menjanjikan untuk dicoba.


Dalam mengolah jamur tiram menjadi produk makanan yang siap dipasarkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  1. Mutu produk jamur tiram yang akan diolah harus memenuhi kualitas dan kuantitas (segar, baru panen, dan cukup jumlah untuk digunakan sebagai olahan.)
  2. Bahan pencampur atau tambahan sebaiknya menggunakan bahasa yang baik dan sehat agar nilai gizi jamur tidak berkurang atau rusak, misalnya kualitas rempah-rempah, bumbu, tepung dan minyak yang digunakan harus yang bermutu. Karena rasa jamur yang sudah khas dan gurih, maka sebaiknya semua olahan jamur tidak menggunakan tambahan MSG (monosodium glutamat).
  3. Ketersediaan alat-alat pendukung Seperti alat penggorengan kering, sentrifuse, alat packing sehingga produk olahan jamur tiram yang dihasilkan dapat bertahan lama.
  4. Kemasan dan label yang dapat memberikan informasi yang baik tentang produk olahan jamur tiram (komposisi, bahan baku, merek dagang, pirt dinkes, sertifikat halal dan lain-lain).


Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda