Pengembangan kreativitas dan entrepreneurship dalam pendidikan nasional karya HAR. Tilaar - Juragan Post

Jumat, 31 Januari 2020

Pengembangan kreativitas dan entrepreneurship dalam pendidikan nasional karya HAR. Tilaar



Indonesia adalah salah satu negara terbesar di dunia. Kekayaan alamnya melimpah demikian pula kekayaan budayanya. Penduduk lebih dari 200 juta jiwa Indonesia adalah negara terbesar keempat di dunia setelah Cina India dan Amerika Serikat. Fakta yang tak seorangpun dapat menyangkalnya.

Namun Kenapa secara ekonomi Indonesia Tertinggal bahkan dari negara-negara tetangga yang jauh lebih kecil? Kenapa setelah lebih dari 60 tahun merdeka kita masih saja tergolong bangsa miskin?

Data para ahli sebuah negara maju memerlukan entrepreneur atau wiraswasta yang berjumlah setidaknya 2% dari total penduduknya. Indonesia dewasa ini baru memiliki wiraswastawan sebanyak sekitar 0,8%. Untuk mengejar ketertinggalan usaha meningkatkan populasi yang terkenal di Indonesia jelaskan segera dilakukan dengan sungguh-sungguh. Tetapi bagaimana caranya?

Pakar ilmu pendidikan Profesor HAR. Tilaar gelar mencoba memberi jawaban. Buku Pengembangan kreativitas dan entrepreneurship dalam pendidikan nasional karya HAR. Tilaar ini berisi kajian tentang akar dari sikap seorang entrepreneur yakni kemampuan berpikir kreatif dan inovatif. Juga berisi gagasan tentang cara bagaimana kemampuan dan tindakan kreatif tersebut dapat dikembangkan melalui program-program pendidikan dan pelatihan di dalam sistem pendidikan nasional dewasa ini.

Buku pengembangan kreativitas dan inovasi dalam pendidikan nasional dibagi ke dalam tiga bagian besar. Bagian pertama adalah globalisasi makna dan tantangannya dalam pendidikan nasional. Bagian kedua membahas mengenai kreativitas Inovasi dan enterpreneurship. Bagian terakhir kreativitas dan enterpreneurship dalam pedagogik kritis transformatif.

Buku setebal 238 halaman ini mencoba mengurai tantangan-tantangan dalam dunia pendidikan nasional dewasa ini yaitu Bagaimana melahirkan manusia-manusia entrepreneur dari lembaga-lembaga pendidikan baik pendidikan formal maupun nonformal.

source: Pustakaloka Nus

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda