4 Karakteristik Konsumen di Indonesia - Juragan Post

Jumat, 17 April 2020

4 Karakteristik Konsumen di Indonesia



Konsumen adalah aset perusahaan—begitulah kira-kira persepsi para pebisnis sukses di Indonesia. Tanpa mereka, sebuah usaha tidak akan bisa berkembang. Konsumen lah yang menjadi tolok ukur, pendukung, sekaligus penggguna produk.

Bagi seorang Jack Ma—founder situs e-commerce Alibaba—konsumen harus diutamakan. Tak mengherankan, pebisnis asal negeri Tiongkok ini berhasil membuat jutaan konsumen setia kepada produk di Alibaba.

Mengenal karakteristik konsumen; inilah upaya yang bisa dilakukan untuk memikat hati mereka. Menurut Handi Irawan—Pimpinan Frontier Consulting Group—di Indonesia terdapat empat karakter konsumen. Berikut ini ulasan selengkapnya:


  • Lebih Suka Membeli Produk Luar Negeri


Menyukai produk luar negeri—itulah karakteristik sebagian konsumen di Indonesia. Sebagai contoh, Anda ingin membeli satu dari dua merek smartphone di toko. Smartphone pertama dibuat oleh negara asing dengan harga relatif mahal. Sementara smartphone kedua, diproduksi oleh pabrik dalam negeri yang harga jualnya lebih murah.

Meski mahal, smartphone pertama memiliki spesifikasi lengkap ketimbang yang kedua. Manakah pilihan Anda? Bagi penggemar produk luar negeri, tentu memilih smartphone yang pertama.

Itu baru produk smartphone; bagaimana dengan jenis barang lain di Indonesia? Meskipun tidak semuanya berkualitas rendah, sebagian besar lebih memilih produk buatan luar negeri.

Sejatinya, ini menjadi koreksi bagi pebisnis dalam negeri agar mengutamakan kualitas. Jangan hanya mengincar keuntungan, tetapi mengesampingkan pelanggan. Seperti kata Steve Jobs—mantan CEO Apple Inc, “Kualitas lebih penting daripada kuantitas. Satu home run jauh lebih baik daripada dua doubles.”

  • Konsumen di Indonesia Menyukai Promosi yang Menarik


Karakteristik kedua—konsumen di Indonesia kerap memberikan apreasiasi tinggi kepada perusahaan yang melakukan promosi terbaik. Mereka menilai kualitas produk dari sampel yang diperkenalkan saat itu. Jadi, ketika ada penurunan mutu barang pascapromosi, customer itu akan cepat mengetahuinya.

Hampir 50 persen konsumen di Indonesia memiliki karakteristik demikian. Ini dibuktikan melalui riset SurveyOne yang melibatkan 1.800 responden. Hasilnya, sekitar 37,6 persen peserta survei cenderung melakukan pembelian setelah melihat iklan. Tapi, mereka akan berpaling jika produk pascapembelian tidak sesuai promosinya.

Kesimpulannya, para pebisnis mesti tetap menjaga kualitas produk pascapromosi. Hal yang perlu Anda ingat adalah konsumen zaman kekinian sudah cerdas dalam memilih barang.

  • Konsumen Indonesia Kerap Memilih Produk dengan Manfaat Jangka Pendek


Anda pernah mendapatkan tawaran asuransi berulang kali? Asuransi merupakan salah satu produk yang memberikan efek jangka panjang. Beda dengan produk kosmetik atau makanan—manfaatnya bisa dirasakan saat itu juga.

Nah, kebanyakan konsumen lebih menyukai produk yang manfaatnya langsung dirasakan. Jadi, kalau ingin cepat mendapatkan keuntungan, Anda harus menjual barang tersebut.

Meski begitu, produk jangka panjang tetap memiliki peluang diterima konsumen. Asalkan, Anda bersedia melakukan promosi berulang. Semisal, lewat iklan di televisi, dengan mengadakan event, atau bagi-bagi hadiah. Bisa juga dengan menyewa artis atau model untuk mempromosikannya.

  • Konsumen di Indonesia Cenderung Tertarik pada Barang-Barang Berkelas


Anda ingin memperoleh keuntungan besar dengan hanya menjual satu barang? Cobalah memasarkan produk berkelas, semisal mobil, motor, atau properti. Bisa juga berupa emas, berlian, dan aneka perhiasan.

Lalu, bagaimana caranya agar produk Anda cepat diterima konsumen? Mudah saja; Anda bisa mendatangi kelompok mereka untuk mempromosikan barang tersebut. Nah, biasanya, kalau ada satu anggota yang membeli, teman lain cenderung mengikuti.

Nah, sekarang sudah tahu, kan? Empat karakteristik konsumen di Indonesia yang harus Anda kenali. Seperti apa pun perilaku pelanggan Anda, berikan perlakuan istimewa. Kata Bob Sadino,

“Pembeli adalah raja. Jadikan keluhan konsumen sebagai langkah perbaikan.”

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda