Pendampingan Orang tua game online anak - Juragan Post

Rabu, 04 November 2020

Pendampingan Orang tua game online anak

Game online merupakan kegiatan yang sangat menarik perhatian anak-anak dan remaja untuk kemudian dapat berubah menjadi kecanduan. Ada plus minus anak ketika bermain game online ini. Seperti telah dijabarkan dalam artikel plus minus game untuk anak - anak.



Tentang game game online ini, terdapat dua sikap orang tua yang saling bertolak belakang. Sikap pertama  adalah ada beberapa orang yang tidak peduli, mereka berpikir lebih baik anak-anak bermain game online daripada mengerjakan hal-hal yang buruk, sehingga pengawasan orangtua menjadi kurang dan perkembangan game. Sedangkan Sikap kedua adalah sebagian atau yang dengan keras dan tegas melarang putra-putri mereka bermain game karena dianggap merusak, mengganggu belajar, berbuat sia-sia  dan menghamburkan uang saja. 

Bagaimana orang tua harus menyikapi game online ini? Sunyi dalam bukunya generasi penipu, menekankan tentang pendampingan orang tua dalam mencegah sisi negatif dari game online.

Adapun langkah-langkah pendampingan orang tua yang dapat dilakukan menurut Sinyo adalah sebagai berikut:

- Kenali dan pelajari game-game yang digemari serta disenangi anak, agar kita sebagai orang tua dapat membantu memecahkan kesulitan mereka serta mengawasi Apakah game tersebut layak untuk dimainkan oleh mereka.

- Mereka bermain Fair,  karena kalah dan menang itu sebuah hal yang biasa dan dalam hidup ini, termasuk dalam game. Dengan demikian, mereka tidak akan memakai cara-cara curang guna memenangkan sebuah game.

- Beri waktu secukupnya, karena jika dilarang pun mereka akan berusaha mengenal dan mencarinya. Namun jika terlalu banyak bermain game juga akan menghilangkan kemampuan fokus mereka pada hal lain yang lebih positif.

- Layaknya seperti bermain layang-layang, agar layang-layang tetap terbang maka kita harus pandai memainkan Irama: Kapan waktu menarik dan mengulur benangnya.

- Jika bermain di warnet dengan harga normal sekitar Rp3.000 per jam, maka waktu 1 jam dalam sehari sudah lebih dari cukup. 

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda