Cabai, si pedas yang mempercepat metabolisme tubuh - Juragan Post

Minggu, 06 Desember 2020

Cabai, si pedas yang mempercepat metabolisme tubuh

 


Darah yang menebal dan mudah membeku dapat menimbulkan bahaya penyakit jantung dan stroke. Dapat terjadi jika darah menyumbat darah ke otak. Tahukah kamu bahwa cabai yang digunakan setiap hari saat makan atau sebagai penyedap makanan dapat menurunkan tingkat pembekuan darah dan stroke.

Sebuah penelitian di Thailand, dimana makanan pedas merupakan makanan sehari-hari, menunjukkan bahwa orang yang makan mie dengan 2 sendok Capsicum jalapeno pepper segar setiap hari memiliki kemampuan yang lebih baik untuk melarutkan pembekuan darah.

Sebuah senyawa di dalam cabai, Capsaicin, berefek termogenik, artinya menyebabkan tubuh membakar kalori ekstra selama 20 menit sesudah makan cabai. Selain itu, kita tidak bisa makan cepat makanan pedas. Sebaiknya makan secara perlahan-lahan Agar memberi waktu kepada otak untuk mencatat, perut sudah kenyang.

Capsaisin memberikan perasaan "High" yang alami. Jika zat kimia yang mengirimkan sebuah sinyal untuk menghilangkan nyeri, otak menghasilkan endorfin dalam jumlah yang lebih tinggi dari biasanya. Endorfin adalah morfin alami yang menghambat sensasi nyeri dan membangkitkan perasaan euforik dan menyenangkan. Sebagian orang yang secara teratur memakan cabai, menurut ahli psikologi Dr Paul Rozin, mungkin kecanduan terhadap cabai karena perasaan senang yang ditimbulkannya.

Penelitian di Oxford Politeknik Institut menemukan bahwa dengan menambahkan 3 gram ditambah 3 gram mustard kuning ke dalam makanan dapat meningkatkan kecepatan metabolisme sebesar 25%. Jika kita memakan 750 kalori, ini berarti bahwa 45 kalori dibakar dalam waktu 3 jam. Dan tubuh kita hanya duduk dan membiarkan tubuh bekerja sendiri. Hebat bukan cabai ini!

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda