Viral surat Eiger, Trigger Trend-Jacking buat yang lain - Juragan Post

Jumat, 29 Januari 2021

Viral surat Eiger, Trigger Trend-Jacking buat yang lain

Ahmad Yunus Sukardi*


Nama merek Eiger seketika menjadi trending topic di Twitter gara-gara sepucuk surat. Surat tersebut, Eiger tujukan kepada seorang YouTuber bernama Dian Widiyanarko atau @duniadian. Produsen alat-alat outdoor activities itu merasa keberatan dengan konten review produk di akun Dian.

Padahal, Dian membeli sendiri produk tersebut untuk ia jadikan konten review, bukan endorse dari Eiger.



Dian lantas mengunggah surat kiriman dari Eiger ke Twitter dan Facebook sehingga berujung viral. Merek Eiger pun jadi bulan-bulanan netizen atas kesalahan humasnya.

Disaster bagi Eiger, trigger  Trend-Jacking buat yang lain

Buntut Surat yang viral itu pun membuat merek Eiger jadi bulan-bulanan netizen atas kesalahan humasnya. Namun bagi pelaku usaha lainnya malah menjadi trigger konten marketing. Mereka menjadikan surat peringatan dari Eiger yang sedang banyak diperbincangkan  menjadi konten marketing dan diunggah ke berbagi platform media sosial. 

Akun Niagahoster misalnya, mereka membuat konten marketing dengan format surat peringatan Eiger yang viral, namun isinya berbeda jauh. Mereka menekankan pelayanan setulus hati dberikan untuk konsumennya. Di akhir surat pun dipamungkasi dengan kalimat 'Salam Cinta dari kami'.

Tidak hanya Niagahoster yang mengambil tren surat peringatan Eiger sebagai konten marketing, banyak merek lain yang melakukan hal yang sama. Membajak tren inilah yang mereka lakukan, dalam dunia digital marketing dikenal sebagai Trend-Jacking. 

Trend-Jacking alias pembajakan tren merupakan salah satu strategi digital marketing yang memanfaatkan situasi atau isu yang tengah naik daun untuk bahan promosi.

Media yang digunakan bisa visual maupun audio visual. Dalam contoh kita adalah bentuk visual surat Eiger. Namun dalam kasus yang lain bisa berupa audio visual tergantung momen viral apa yang sedang hits.

Jadi sederhananya trend-jacking adalah tindakan memanfaatkan tren untuk menunjang promosi sebuah merek. Tindakan seperti ini sah-sah saja dalam dunia digital marketing, terlebih untuk mendapatkan perhatian dari netizen dan meningkatkan brand awarnes. Meski momen seperti ini hanya berlangsung singkat.


---

* Penulis adalah seorang Wirausaha, penulis lepas, dan traveller.

Bagikan artikel ini

1 komentar

  1. artikel yang bagus gmin , kutunggu artikel lainnya
    jgn lupa kungj8ungi juga Website ku : NAGAQQ

    BalasHapus