3 Model Praktik Community Development ala Jack Rothman - Juragan Post

Jumat, 11 Juni 2021

3 Model Praktik Community Development ala Jack Rothman



Community development merupakan suatu proses pembangunan yang berkesinambungan, suatu kegiatan yang dilaksanakan secara terorganisir dan dilaksanakan tahap demi tahap dimulai dari tahap perencanaan sampai pada tahap kegiatan dan evaluasi kegiatan. Community development bertujuan memperbaiki kondisi ekonomi, sosial, dan kebudayaan masyarakat untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik keadaan sebelumnya. Community development memfokuskan kegiatannya melalui pemberdayaan potensi yang dimiliki masyarakat untuk menemukan kebutuhan-kebutuhan mereka dengan bantuan teknis baik dari pemerintah maupun organisasi organisasi non pemerintah. Community development memberikan penekanan pada prinsip kemandirian, yang berarti partisipasi aktif dalam bentuk aksi bersama di dalam memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang dilakukan berdasarkan potensi-potensi yang dimiliki masyarakat.

Dalam proses Community development, biasanya masyarakat bersama-sama  melakukan empat tahap kegiatan berikut:

1. Mengidentifikasi dan mengkaji permasalahan serta potensi yang dimilikinya.

2. Menyusun rencana kegiatan berdasarkan hasil kajian.

3. Mengimplementasikan rencana tersebut.

4. Secara terus menerus memantau dan mengkaji proses serta hasil kegiatannya. (monitoring dan evaluasi)

Community development kerapkali dilakukan melalui pendekatan kelompok, di mana anggota kelompok bekerja sama dan berbagi. Untuk mengembangkan kelompok terdapat kegiatan kegiatan khusus yang berjalan dengan diikuti oleh kegiatan-kegiatan lain yang mendukung.

3 Model Praktik Community Development

Ada 3 model dalam praktik Community development yang dikembangkan dan dirumuskan oleh Jack Rothman, seperti yang dikutip oleh Harry Hikmat dalam buku Strategi Pemberdayaan Masyarakat terbitan Humaniora Utama Press Bandung. Ketiga model Community development tersebut adalah sebagai berikut:

1. Model pengembangan lokal (locality development model)

Model pengembangan lokal mensyaratkan bahwa perubahan dalam masyarakat dapat dilakukan secara optimal apabila melibatkan partisipasi aktif yang luas di semua spektrum masyarakat tingkat lokal, baik dalam tahap penentuan tujuan maupun pelaksanaan tindakan perubahan. Pembangunan masyarakat adalah proses yang dirancang untuk menciptakan kondisi sosial ekonomi yang lebih maju dan sehat bagi seluruh masyarakat melalui partisipasi aktif mereka, serta berdasarkan kepercayaan yang penuh terhadap prakarsa mereka sendiri.

2. Model perencanaan sosial (social planning model)

Model ini proses pemecahan masalah secara teknis terhadap masalah sosial yang substantif seperti kenakalan remaja, perumahan, permukiman, pendidikan, kesehatan, dan masalah sosial lainnya. Selain itu, model ini menganggap penting menggunakan cara perencanaan yang matang dan perubahan yang terkendali yakni untuk mencapai tujuan akhir secara rasional. Perencanaan dilakukan secara sadar dan rasional, serta dalam pelaksanaannya dilakukan pengawasan-pengawasan yang ketat untuk melihat perubahan yang terjadi.

3. Model aksi sosial (social action model)

Model ini menekankan tentang betapa pentingnya penanganan kelompok penduduk yang tidak beruntung secara terorganisasi, terarah, dan sistematis. Selain itu juga meningkatkan kebutuhan yang memadai bagi masyarakat yang lebih luas dalam rangka meningkatkan sumber daya atau perlakuan yang lebih sesuai dengan keadilan sosial dan demokrasi. Model ini bertujuan mengadakan perubahan yang mendasar dalam lembaga utama atau kebiasaan masyarakat, selain itu melalui model ini juga ditekankan pemerataan kekuasaan dan sumber-sumbernya, atau dalam hal pembuatan keputusan masyarakat dan mengubah dasar kebijakan organisasi formal.

Langkah-langkah yang ditempuh dalam upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan tersebut adalah dengan menggerakkan golongan-golongan masyarakat tertentu guna terlibat aktif dalam mengadakan perubahan-perubahan. Mereka dimotivasi untuk bersikap kritis dan akomodatif terhadap kebijakan pemerintah melalui perundang-undangan. Tujuan yang ingin dicapai adalah Mengubah sistem atau kebijakan pemerintah secara langsung dalam rangka menanggulangi masalah yang mereka hadapi sendiri.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda